Praktek Jual Beli Gelar Penghargaan/Jabatan/Anugrah Di Kasunanan Surakarta

Standar

Mendapat gelar kebangsawanan
layaknya gelar “Sir” dari kerajaan
Inggris pasti memiliki nilai dan
kebanggaan bagi penerimanya.

Sebab, penghargaan pastinya
tidak diberikan bagi sembarang
orang.Mereka diberi gelar lantaran
dinilai berjasa besar bagi
kebesaran nama kerajaan yang
memberinya gelar. Hanya saja,
saat jaman mulai berubah, gelar
ternyata dapat diperjualbelikan
dengan layaknya barang
dagangan.

Seperti yang diungkapkan, LS
(29) seorang Bayan atau pejabat
perangkat desa di Kabupaten
Karanganyar. Ia mengaku
mengalami praktik jual beli gelar
di kalangan Keraton Kasunanan
Surakarta.”Saya ditawari gelar Raden
Tumenggung, tapi diminta bayar
Rp 1,7 juta,” akunya kepada
Tribun saat ditemui di
kediamannya di kawasan Palur,
Karanganyar, Selasa (28/06/2011)
.

Raden Tumenggung merupakan
gelar setingkat di atas gelar
Raden Wedana dan Raden
Ngabehi yang merupakan gelar
terendah dalam susunan gelar
kebangsawanan Kraton
Kasunanan Surakarta, “Tapi
kalau mau yang gratis ya Raden
Ngabehi itu,” lanjutnya.

Dirinya ditawari untuk membeli
gelar tersebut setelah mengikuti
pelatihan Pambiwara atau tata
cara upacara tradisional Jawa di
sebuah yayasan bernama
Parikesit. Yayasan tersebut
berada langsung di bawah
kendali Keraton Kasunanan
Surakarta melalui sebuah badan
yang ia sebut dengan nama
Mercupunda. (Ade)

Sumber, http://www.jogja.tribunnews.com/m/index.php/2011/06/30/sstt…ada-jual-beli-gelar-di-keraton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s